Mencicil rumah secara kredit tentu membuat kita harus memikirkan banyak hal mulai dari bunga hingga nominal yang harus dibayarkan setiap bulannya. Apalagi jika terdapat kebutuhan mendesak yang ada di luar rencana keluarga anda. Untuk menghindari hal tersebut KPR syariah dapat menjadi solusinya. Lantas bagaimana cara mengajukan KPR ini?
Langkah Pengajuan KPR secara Syariah
1. Penentuan Calon Rumah
Tentu cara pertama ketika mengajukan permintaan KPR adalah anda telah mengetahui calon rumah yang akan dibeli. Telah memiliki calon rumah yang akan dibeli tentu memberikan kejelasan kepada pihak bank bahwa anda memang memiliki niatan untuk membeli rumah hunian.
Namun dalam mengajukan KPR syariah calon rumah anda pun wajib memperhatikan lokasi dari calon rumah tersebut. Perlu anda ketahui bahwa beberapa KPR yang berbasis syariah akan menolak pengajuan apabila calon rumah yang hendak anda beli berdekatan dengan beberapa tempat penting. Tempat penting tersebut seperti dekat kuburan dekat rel kereta hingga pinggiran sungai.
Hal ini karena beberapa tempat tersebut dianggap cukup berbahaya dan kurang aman bagi anda dan keluarga. Sehingga pastikan anda telah memilih lokasi rumah yang aman jauh dari tempat yang berbahaya. Apabila lokasi calon rumah tidak berdekatan dengan beberapa tempat tersebut sudah pasti proses pengajuan pun dapat dilanjutkan.
2. Mempersiapkan Uang Muka
Langkah selanjutnya adalah dengan menyiapkan uang muka. Uang ini menjadi tanda bahwa anda memang seorang konsumen yang akan membeli rumah. Untuk nominal dari uang muka umumnya anda perlu menyiapkan uang muka setidaknya 20% dari harga jual rumah. Namun anda juga bisa menyiapkan dana tergantung dari yang anda miliki.
Ketika mengajukan KPR syariah tentu anda perlu menekankan bahwa persiapan yang anda miliki telah matang. Mulai dari penentuan calon rumah yang hendak dibeli serta telah mempersiapkan budget untuk uang muka. Apabila seluruh persiapan tersebut telah anda bahwa dengan lengkap sudah pasti pihak bank syariah pun akan membantu memproses KPR dengan cepat.
3. Menentukan Harga Cicilan Perbulan
Setelah uang muka telah dipersiapkan kini anda perlu untuk mengetahui berapa cicilan yang harus disetor setiap bulannya. Untuk menentukan cicilan perbulan ini anda perlu melakukan simulasi perhitungan KPR. Perhitungan ini dapat mencangkup kesanggupan anda membayar dilihat dari pendapatan perbulannya.
Perlu kamu tahu bahwa dalam KPR secara syariah tidak memberikan bunga apapun dalam pembayaran cicilan perbulannya.
KPR secara syariah juga tidak akan memberikan penalti apabila anda memutuskan untuk langsung membayar semua cicilan di awal. Oleh karena itu tanyakan kepada petugas untuk memastikan apakah pihak bank menerapkan bunga berganda atau tidak.
Baca Juga : Cara Cerdas Memilih Rumah
4. Cara Pengajuan
Sesungguhnya saat ini terdapat dua cara dalam mengajukan KPR syariah. Cara pertama adalah secara langsung dan cara kedua adalah secara online. Jika anda lebih menyukai cara langsung maka datangi bank syariah dan jangan lupa untuk membawa seluruh dokumen serta keperluan penting lainnya.
Namun apabila anda memilih untuk menggunakan cara online maka lakukan survei terlebih dahulu pada beberapa bank yang menerima pengajuan KPR secara syariah online. Pada sistem online maka pengajuan KPR anda akan dibantu oleh tim marketing. Anda akan diberikan sebuah formulir dan kirimkan beberapa kelengkapan dokumen. Seluruh formulir dan dokumen pengajuan ini nantinya akan diproses oleh pihak bank.
Membeli rumah dengan cara mencicil dianggap lebih mudah dan hemat. Hal ini karena kita tidak perlu mengeluarkan uang dengan nominal banyak sekaligus. Dari beberapa sistem pencicilan rumah KPR secara syariah adalah sistem yang cukup dipilih masyarakat Indonesia. Selain menghindari riba nyatanya sistem KPR secara syariah pun memberikan keuntungan yang berlimpah.
