Daripada Ngontrak, Mendingan Cicil Rumah Murah Di Surabaya. Banyak orang sukses, bahkan para pemimpin di negara ini yang memulai hidup mereka dari pinggiran bahkan dengan kondisi ekonomi yang sedang-sedang saja. Tinggal di rumah kos atau rumah sewaan selama bertahun-tahun hanya bisa membeli rumah.
Penghasilan biasa-biasa saja tentu saja menjadi alasan utama, tidak bisa membeli rumah sendiri. Kondisi yang sama dialami oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu.
Ini juga alasan mengapa presiden begitu bersemangat untuk mendorong pembangunan perumahan murah melalui Program Million Houses untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tidak mengherankan, Presiden sering hadir langsung dan meresmikan pembangunan rumah murah di berbagai daerah, termasuk di Surabaya,
Presiden Jokowi meresmikan perumahan murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden mendesak masyarakat untuk segera membeli rumah mengingat harga tanah yang lebih tinggi.
Jokowi juga berbagi kisah kehidupan masa lalunya. Jokowi bahkan telah tinggal di rumah sewaan selama sembilan tahun. Setelah sembilan tahun dia bisa membeli rumahnya sendiri. Tentu saja banyak juga mengalami hal yang sama. Saya juga biasa mengontrak rumah dengan tipe dua kamar. Saya kontrak selama sembilan tahun sebelum saya bisa membeli rumah, kata Presiden Jokowi. Untuk ini, Jokowi menyarankan agar orang segera memanfaatkan peluang dan peluang yang ada sehingga mereka dapat langsung memiliki tempat tinggal sendiri.
Bahkan jika mereka berdua membayar dengan angsuran, kata Jokowi, lebih baik membayar rumah daripada angsuran bulanan. Jadi, alih-alih mengontrak, lebih baik membayar dengan mencicil tetapi menjadi rumah Anda sendiri, Jokowi menekankan.
Dari pengalaman masa lalunya, sekarang Presiden bersemangat untuk mendorong keberadaan perumahan murah di berbagai daerah.
Sebelumnya, Jokowi juga meresmikan apartemen untuk pekerja di wilayah Surabaya dengan harga yang cukup terjangkau. Angsuran hanya Rp1, 2 juta per bulan. Jika di Surabaya rusunawa naik. Rumah tapak ada di sini. Perbedaannya di sana. “Jika saya memilih rumah tapak,” kata Presiden.
Villa Kencana Surabaya dikembangkan oleh PT Arrayan Surabaya Development (SPS Group) dan didukung oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Lihat : Rumah Dijual di Surabaya
Perumahan di atas tanah 105 hektar telah dibangun sebanyak 4.734 unit dari total 8.749 unit, yang semuanya ditujukan untuk MBR. Rumah dengan ukuran 25/60 m2 yang terdiri dari 2 kamar tidur, dipasarkan mulai Rp 112 – 141 juta.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden mendorong pentingnya masyarakat untuk segera memiliki rumah karena meningkatnya harga lahan kota, termasuk di kawasan industri. Ini juga merupakan alasan bagi pemerintah untuk lebih aktif dalam mendorong pengadaan perumahan murah untuk MBR.
Saya sangat senang membangun rumah sederhana untuk orang-orang seperti yang dilakukan di Villa Kencana di Surabaya ini. Apalagi kontraknya sudah mencapai 3.612 unit, kata Presiden. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk mensubsidi pembelian rumah melalui uang muka.
Inilah yang ingin kami bangun di semua kota di negara ini, karena kami telah menganggarkannya dalam anggaran negara, Jokowi menekankan. Hadir pula Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, juga Presiden Direktur Bank BTN Maryono, dan Direktur Utama Grup SPS Asmat Amin.
Untuk mengakses hipotek FLPP, masyarakat hanya perlu menerbitkan DP 1% dan suku bunga tetap 5% hingga 20 tahun. Bahkan konsumen mendapat subsidi uang muka sebesar Rp 4 juta, yang termasuk administrasi. Dengan begitu, cicilan rumah MBR di Villa Kencana mulai dari Rp750-900 ribu per bulan.
Hari ini kami memiliki perjanjian kredit 300 unit. Lebih lanjut, kami menargetkan sisa 7 hari untuk direalisasikan sebanyak 1.200 unit, kata Marino. Villa Kencana juga dilengkapi dengan fasilitas sosial, seperti rumah ibadah, olahraga dan taman bermain anak-anak, termasuk fasilitas pendidikan.
Baca Juga : Tips Membeli Rumah di Surabaya
Sesuai dengan komitmen Triyasa untuk setiap proyeknya, lanjut Zaenal, Samira Residence juga memiliki konsep green, premium, quality. Samira memperhatikan sirkulasi udara dan memaksimalkan pencahayaan alami di setiap unit rumah dengan pemasangan langit-langit setinggi 4 m dan pemasangan jendela besar.
Area Samira Residence juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti clubhouse pribadi dengan kolam renang, jalur jogging tepi sungai, area CCTV dengan keamanan 24 jam dan pintu masuk satu pintu dengan sistem kartu akses, jangkauan mengemudi dalam ruangan.
