Beli Rumah Tapak Di Malang Sekarang Masih Menjadi Andalan Menurutnya, sebagai seorang milenial dan juga pemilik bisnis informal, untuk membeli rumah sekarang dengan penghasilan yang biasa-biasa saja, masih cukup sulit. Selain itu, dengan pendapatan masih dalam batas upah minimum regional di Jakarta, Bimo mengatakan bahwa ia masih kesulitan menemukan perumahan untuk dibeli. Selain harga yang tidak lagi masuk akal, kesulitan dalam membeli rumah juga karena kondisi untuk masuk ke dalam perjanjian hipotek yang dianggap masih rumit.
Sepertinya kita adalah KPR untuk dapat membiayai, tetapi jika Anda ingin mengajukan kredit, Anda harus memiliki uang terlebih dahulu, jangan disinkronkan bukan? Dia berkata. Meskipun ada banyak fasilitas yang disediakan oleh bank dan pemerintah mulai dari pinjaman hipotek khusus, kemudahan pinjaman hingga nilai (LTV), atau skema pembiayaan dari pengembang dan berbagai promo, bahkan seperti milenial, Bimo merasa bahwa persyaratan yang harus dihadapi, terutama untuk KPR bersubsidi masih rumit.
Lebih baik kontrak dulu, paling tidak aku akan keluar dari rumah orang tua atau mertuaku nanti, bayar saja sebulan. Lebih menguntungkan bagi mereka yang punya rumah kontrakan, kan? Nanti, kalau sudah punya Penghasilan tertentu dan banyak, maka Anda bisa membeli rumah, katanya.
Bimo mengatakan bahwa sewa dianggap lebih mudah, karena hanya masalah membuat perjanjian dengan pemilik rumah yang dikontrak, pembayaran lebih mudah, bisa dengan pasangan, dan nilainya masih sesuai dengan penghasilan orang yang baru memulai sebuah karir.
Jika Anda dapat membeli rumah di masa depan, kata Bimo, preferensi akan tetap di rumah tapak. Menurutnya, membeli atau menyewa apartemen seolah-olah tidak memiliki formulir, belum lagi biaya selain biaya sewa seperti biaya pemeliharaan lingkungan yang membuat pengeluaran malah bertambah.
Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh Country Manager Maria Herawati Manik yang mengatakan bahwa rumah tapak masih menjadi pilihan yang paling disukai konsumen pembeli rumah.
Memang ada peningkatan dalam hal pembelian apartemen atau sewa, tetapi rumah landed tetap permintaan tertinggi. Meskipun ukurannya kecil, masih ada banyak yang menarik, katanya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Tips Beli Rumah Murah di Kota Malang
Maria mengatakan bahwa sebagian besar pembeli apartemen adalah mereka yang sudah memiliki kepastian penghasilan dan memiliki minat untuk lebih dekat ke tempat kerja mereka. Sementara itu, jika mereka memiliki lebih banyak uang, mereka juga akan terus membeli rumah di daerah pedesaan.
Bisa jadi mereka milenial, digunakan untuk investasi juga, tetapi juga ditempati. Jadi, jika pengembang ingin membuat apartemen, dalam hal lokasi, itu harus strategis, menurut pendapat saya Jika jauh, Anda harus bersabar, kata Maria.
Properti di Malang berkembang sangat pesat. Harga rumah juga naik sangat tinggi. Maklum, Malang adalah salah satu tujuan wisata yang sangat digandrungi. Namun, masih banyak perumahan yang terjangkau. Salah satunya adalah perumahan di Gondangwangi, Kabupaten Wagir yang tidak jauh dari Kota Malang.
Menurut Indah Roni Setyawati, pemasaran kompleks perumahan Blue View Gondangwangi Wagir, Kabupaten Malang, kawasan perumahan Gondangwangi masih cukup alami karena berada di pinggiran kota Malang. Sehingga area tersebut cocok untuk berlindung. Cuacanya sejuk, pemandangannya juga hijau, kata Indah.
Ada juga tidak jauh dari kawasan paralayang di Gunung Katu. Dengan demikian, banyak yang bisa dinikmati jika Anda memiliki rumah di wilayah Taruhan. Mau ke Malang dekat, Kepanjen juga dekat, katanya.
Lihat : Rumah Murah di Malang
Selain itu, lanjutnya, harga unit rumah di Gondangwangi masih sangat terjangkau. Yaitu mulai dari Rp 95 juta untuk tipe 32 dengan luas tanah 60. Dengan harga yang terjangkau ini, Indah percaya bahwa banyak orang dapat membelinya. Meski masih murah, saya sarankan beli segera. Masalahnya adalah perkembangan harga tanah di Malang sangat cepat, katanya.
Menurutnya, selama ini ia mendapat banyak pembeli dari luar Malang, seperti Surabaya. Mereka mengaku sangat tertarik membeli rumah di Malang karena cuacanya dingin dan masih banyak daerah alami. Bagi orang di luar Malang, Malang adalah surga, kata Indah. Jadi mereka sangat yakin bahwa berinvestasi di rumah dan tanah di Malang tidak akan rugi. Karena jelas harganya akan naik setiap tahun.
