Ini Tipsnya. Harga rumah terus naik, seringkali menjadi batu sandungan bagi orang untuk membeli rumah, terutama bagi karyawan yang memiliki gaji minimum Upah Minimum Regional.
Tapi tenang saja, bagi Anda yang memiliki pendapatan UMR, sebenarnya Anda masih bisa membeli rumah. Berikut adalah beberapa tips untuk membeli rumah bagi karyawan dengan penghasilan terbatas dengan upah minimum, seperti dikutip dari pernyataan tertulis yang diterbitkan oleh Info Rumah Malang:
Harus Berhemat Dengan Gaji Kecil
Simpan basis orang kaya, tentu saja Anda sering mendengar frasa bukan? Bahkan dengan gaji kecil, untuk membeli rumah, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghemat uang. Sebisa mungkin Anda harus benar-benar memperhatikan masalah pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang Anda untuk berbelanja kebutuhan primer, jangan berlebihan apa lagi menggunakan batas kartu kredit itu.
Sematkan dalam diri Anda, rumah adalah kebutuhan utama, bukan gadget baru, atau bahkan kendaraan baru. Jadi membeli rumah dengan gaji kecil bukan tidak mungkin.
Menyimpan Bahkan Gaji Kecil
Menabung saja tentu tidak cukup. Anda juga diharuskan menabung secara konsisten, sisihkan gaji Anda setidaknya 20 persen setiap bulan. Buat akun khusus di bank dan jangan bergaul dengan akun untuk pengeluaran harian.
Jadi bagaimana jika penghasilan yang diperoleh hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, kalau sudah begini ceritanya, tentu saja, Anda harus mulai memikirkan mencari penghasilan tambahan.
Mulailah membuat bisnis sampingan untuk meningkatkan kas rupiah Anda. Pilih bisnis sampingan yang tidak menghabiskan banyak modal seperti agen properti atau bisnis online.
Jangan kontrak
Jangan pernah terlintas dalam pikiran Anda untuk kontrak, karena itu hanya akan membuat boros. Misalnya, jika Anda mengalami kontrak dengan biaya Rp1 juta per bulan, maka dalam setahun dana yang harus dihabiskan berjumlah Rp12 juta. Angka ini sebenarnya dapat digunakan sebagai uang muka untuk membeli rumah bersubsidi.
Jadi, yang terbaik adalah jika Anda tidak memilih kontrak, tetapi jika Anda harus melakukannya, Anda harus menemukan pasangan yang dapat diundang untuk bersama-sama membayar sewa.
Baca Juga : Perumahan Favorit di Kota Malang
Pilih hipotek
Setelah berhasil mengumpulkan uang muka atau uang muka / DP dari tabungan dan tabungan, langkah Anda selanjutnya adalah mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Langkah ini adalah solusi paling tepat untuk membeli rumah bagi Anda yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar tunai atau tunai secara bertahap.
Jika Anda ingin mengambil rumah dengan skema hipotek, Anda harus mencari bank yang menawarkan suku bunga terendah karena tentu akan memudahkan untuk membayar angsuran bunga.
Jadi bagaimana ceritanya, jika penghasilan kita ternyata tidak cukup untuk mengajukan hipotek. Tidak perlu khawatir, karena Anda bisa mengajukan permohonan hipotek bersubsidi. Jenis kredit ini khusus ditujukan untuk Komunitas Berpenghasilan Rendah (MBR).
Jenis kredit perumahan bersubsidi ini memiliki banyak keuntungan, seperti harga rumah yang relatif lebih rendah, bunga flat 5 persen, dan periode pinjaman hingga 20 tahun.
Persyaratan untuk mengajukan hipotek jenis ini adalah gaji maksimum pemohon Rp4 juta untuk membeli rumah dan gaji maksimum Rp7 juta untuk membeli apartemen. Selain itu jenis KPR ini hanya diperuntukkan bagi pelamar yang belum pernah memiliki rumah.
Bergabung dengan Rumah Lelang
Selain hipotek bersubsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga rendah, dengan ikut serta dalam lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian rumah lelang Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga murah. Karena rumah yang termasuk dalam lelang adalah rumah yang diambil alih yang gagal dilunasi oleh debitur hipotek bank.
Lihat : Rumah Murah di Malang
Tetapi jika Anda ingin mengambil bagian dalam rumah lelang, Anda harus terlebih dahulu memeriksa kondisi rumah, bersama dengan akses ke sana, pastikan rumah itu dalam kondisi baik dan bebas dari banjir.
Cari Informasi Pendukung
Carilah sebanyak mungkin informasi tentang lokasi rumah. Apakah ada proyek pemerintah di daerah tersebut? Seperti yang akan dibangun sutet dan jalan layang. Karena itu tentu mengganggu proses investasi Anda.
