Mengacu pada data triwulan ketiga (Q3) Indeks Properti Inforumah.id2019, harga rumah rata-rata di DKI Jakarta mencapai Rp21,44 juta per meter persegi, naik 2,07% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Jakarta Pusat
Sebagai jantung dari Central Business District (CBD) di Indonesia, tidak mengherankan bahwa harga rumah rata-rata di wilayah ini sangat tinggi yaitu Rp27,92 juta per meter persegi. Harga ini lebih tinggi dari Q3 tahun lalu yang tercatat Rp26,23 juta per m2.
Karakteristik Jakarta Pusat juga sangat unik, terutama di lokasi yang berbatasan langsung dengan daerah lain.
Misalnya di lokasi perbatasan antara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, harga tanah berkisar di atas Rp. 25 Juta. Sedangkan untuk perbatasan dengan Jakarta Barat, harga tanah masih sedikit lebih murah, yaitu di bawah Rp. 15 juta per meter persegi.
Jakarta Utara
Perkembangan harga tanah di Jakarta Utara didorong oleh beberapa daerah seperti Pluit (Penjaringan), Kelapa Gading, dan Sunter dengan harga tanah rata-rata tertinggi Rp30,6 juta meter persegi.
Harga tanah di Pluit juga memburu Kelapa Gading dengan kisaran Rp18 juta – 30 juta meter persegi. Di beberapa titik, harga tanah bisa mencapai Rp. 35 juta meter persegi, bahkan untuk lahan komersial bisa mencapai Rp. 60 juta meter persegi.
Untuk rumah, harga rata-rata di Q3 tahun ini adalah Rp31 juta per m2. Naik 1,45% dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya Rp30,56 juta per m2.
Jakarta Barat
Pertumbuhan bisnis properti di Jakarta Barat masih relatif stabil. Kondisi ini dibuktikan dengan terus berkembangnya sejumlah proyek apartemen dan perumahan, yang semakin menarik dengan perencanaan dan infrastruktur kota terkini.
Melalui akses Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR Barat 1) ke bagian Kebon Jeruk – Penjaringan, penduduk di Jakarta Barat sendiri dapat menikmati jalan bebas hambatan yang menghubungkan area dengan Jakarta Selatan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Baca Juga : Cara Mudah Mencari Rumah di Jakarta
Dalam hal infrastruktur, Jakarta Barat berencana untuk mengembangkan proyek koridor 4 LRT, Puri Kembangan-Tanah Abang sepanjang 9,3 kilometer. Ini juga telah dinyatakan dalam Peta Jaringan Kereta Kota Jabodetabek 2020 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Mengenai harga rata-rata, rumah di Jakarta Barat ditetapkan Rp21,94 juta per meter persegi. Harga ini telah sedikit menurun sejak kuartal kedua 2019.
Jakarta Selatan
Wilayah Jakarta Selatan masih ditetapkan sebagai lokasi favorit masyarakat dalam mencari perumahan yang ideal. Fakta ini tidak berubah dari data terbaru yang merupakan survei yang dilakukan oleh Inforumah.iddalam enam bulan pertama tahun 2018.
Tingginya aktivitas ekonomi di Jakarta Selatan disertai dengan permintaan dari sektor properti yang cukup sibuk. Mencermati perkembangannya sejak beberapa tahun yang lalu, Jakarta Selatan terus meningkatkan diri dengan menawarkan sejuta pesona di sektor properti. Meski lahannya sudah terbatas, nyatanya, pembangunan tapak dan rumah vertikal masih mudah ditemukan di sini.
Khusus untuk rumah tapak, harga rata-rata terus meningkat secara konsisten dari awal tahun ini. Pada Q1, harga rumah berkisar antara Rp20,73 juta hingga Rp21,31 juta pada kuartal kedua. Sementara di Q3, harga rata-rata naik lagi sebesar Rp22,03 juta per meter persegi.
Lihat : Rumah Dijual di Jakarta
Jakarta Timur
Kurangnya jaringan infrastruktur di Jakarta Timur dibandingkan dengan daerah lain adalah alasan di balik Jakarta Timur. Itu juga menyebabkan harga pasar tanah perumahan di daerah ini jauh tertinggal.
Untuk rumah, rata-rata Rp.7,9 juta / m2, lebih rendah dari Jakarta Barat yaitu Rp 13,2 juta / m2, Jakarta Utara Rp 17,1 juta / m2, Jakarta Selatan 17,9 juta / m2, dan Jakarta Pusat Rp. 18,7 juta / m2.
Beberapa pengembang yang memiliki proyek di sini juga masih menawarkan harga rumah di kisaran Rp1 miliar – Rp2 miliar, yang masih cukup rendah untuk ukuran rumah di DKI Jakarta.
Bisnis properti di Jakarta adalah kue yang sangat menggoda, sementara semua orang yang tinggal di Jakarta membutuhkan rumah untuk ditinggali, kami telah menyediakan rumah untuk mereka, sehingga peluang untuk menjual rumah ini cukup besar. Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia secara alami jika Jakarta adalah populasi terbesar di antara kota-kota lain di Indonesia kecuali daratan.
